Website Iklan Tayang Selamanya
Selamat datang di situs web periklanan jaringan unikbaca.com "Semoga Hari Anda Selalu Menyenangkan!"
Setidaknya satu iklan Anda posting juga di situs web iklan ini!
Agar pengunjung atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda
📝 POSTING Hari ini DISKON 50%

Tampilkan postingan dengan label knowledge management system. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Penyusunan Teknis Dan Teknologi



Menentukan teknologi dan persyaratan teknis yang harus disediakan untuk mengakomodir persyaratan pengguna dan pada tahap ini dilakukan pemilihan aplikasi, pemilihan sistem operasi, sistem jaringan dan interfacing KM tool dengan aplikasi-aplikasi yang sudah ada.

Dalam tahapan Penyusunan Teknis Dan Teknologi Knowledge Management System ini, kegiatan-kegiatan yang dilakukan meliputi membuat rancangan Knowledge Management System secara keseluruhan yang akan diimplementasikan. Rancangan ini meliputi dari hardware, software, jaringan, dan design dari data. Komponen-komponen penting yang perlu ada dalam sebuah arsitektur Knowledge ManagementSystem menurut Tiwana (Tiwana, 1999) meliputi :


1.  Repositories.
Pusat penyimpanan data dari Knowledge Management System, dimana seluruh knowledge dari perusahaan yang ingin disimpan, akan tersimpan dalam repositories ini.

2.  Collaborative Platform
Sarana-sarana dan fungsi-fungsi utama dari Knowledge Management System yang berguna bagi para pengguna Knowledge Management System, dan membantu para pengguna dalam menggunakan Knowledge Management System. Sarana-sarana tersebut diantaranya fasilitas pencarian, fasilitas pemberian rekomendasi, fasilitas penambahan knowledge baru, dan lain sebagainya.

3.  Network.
Sarana untuk pertukaran data dan komunikasi dalam Knowledge Management System. Melalui network inilah, pengguna dapat memiliki saluran untuk mengakses Knowledge Management System.

4.  Culture
Komponen dari Knowledge Management System yang digunakan untuk menarik para staff untuk menggunakan Knowledge Management System. Contoh komponen culture ini dapat berupa user interface yang baik, menarik, dan mudah digunakan oleh pengguna, sehingga pengguna tertarik menggunakan Knowledge Management System, serta tidak mengalami kesulitan dalam mengaksesnya. Selain itu, komponen culture ini dapat berupa membentuk Knowledge Management System ini sedemikian rupa sehingga menyesuaikan dengan culture yang ada di perusahaan, sehingga para pengguna tetap merasa nyaman dalam menggunakan Knowledge Management System ini. Selain dari sisi teknikal, komponen ini juga dapat berbentuk manajemen perubahan. Manajemen perubahan ini penting dilaksanakan untuk mengatasi resistensi dari para stakeholder Knowledge Management System.

Dari keempat komponen penting di atas, masing-masing komponen dipecah dan dikategorikan menjadi 7 layer arsitektur Knowledge Management. Oleh sebab itu, rancangan blueprint tersebut harus telah mencakup 7 layer dari arsitektur Knowledge Management, yaitu:



1. Interface layer
Layer dimana tampilan untuk user berada. Tampilan ini haruslah menarik, agar pengguna merasa tertarik untuk menggunakan KMS.

2. Access and authentication layer
Layer yang mengatur keamanan sistem KMS dan pengaturan hak akses ke dalam sistem KMS.
Jadi dengan adanya layer ini, Aplikasi KMS akan ditujukan hanya dapat diakses untuk yang berkepentingan maka aplikasi dilengkapi dengan fasilitas Login. Selain menggunakan fasilitas Login, juga terdapat fasilitas untuk hak akses terhadap data maupun aksi pada aplikasi KMS. Untuk menjaga agar KMS aman dari gangguan luar maka dibutuhkan firewall.

3.  Collaborative filtering and intelligence layer
Layer dimana terdapat fungsi-fungsi yang sangat membantu pengguna dalam menggunakan KMS, belajar pengetahuan baru melalui KMS, dan berkontribusi pengetahuan ke dalam KMS. Fungsi-fungsi tersebut contohnya fungsi pencarian, fungsi rekomendasi, filtering, dan lain-lain

4.  Application layer
Layer dimana aplikasi utama dari KMS berada contohnya untuk dapat menjalankan KMS yang dibutuhkan webserver dan untuk menyimpan data menggunakan aplikasi MySQL.

5.  Transport layer
Layer yang mengatur komunikasi antara pengguna dan sistem KM. TCP/IP akan digunakan sebagai media untuk mengirimkan data pada lapisan transport Layer. Data yang dikirimkan dapat berupa teks, picture, audio dan video.

6.  Middleware and legacy integration layer
Layer yang berfungsi sebagai jembatan untuk integrasi antara aplikasi yang telah ada dengan sistem KMS ataupun antara aplikasi lain.

7. Repositories Layer
MySQL sebagai database yang berfungsi untuk menyimpan pengaturan KMS, komentar atau diskusi dan daftar pengguna beserta hak akses. Layer ini yang merupakan inti dari KMS, karena di layer ini lah, setiap knowledge yang ada akan tersimpan disini.

sumber : http://amelia-binusian2012.blogspot.com/2010/10/membuat-blueprint-sistem-knowledge.html
thumbnail

Sistem Management Pengetahuan




Manajemen pengetahuan (knowledge management) ialah suatu rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di dalam organisasi. Kegiatan ini biasanya terkait dengan objektif organisasi dan ditujukan untuk mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja, keunggulan kompetitif, atau tingkat inovasi yang lebih tinggi.

Konsep manajemen pengetahuan ini meliputi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi informasi (TI) dalam tujuannya untuk mencapai organisasi perusahaan yang semakin baik sehingga mampu memenangkan persaingan bisnis. Perkembangan teknologi informasi memang memainkan peranan yang penting dalam konsep manajemen pengetahuan. Hampir semua aktivitas kehidupan manusia akan diwarnai oleh penguasaan teknologi informasi, sehingga jika berbicara mengenai manajemen pengetahuan tidak lepas dari pengelolaan.

Pada perkembangan ini menunjukan makin cepatnya perubahan dalam segala bidang kehidupan, akibat dari efek globalisasi serta perkembangan teknologi informasi yang sangat akseleratif. Kondisi ini jelas telah mengakibatkan perlunya cara-cara baru dalam menyikapi semua yang terjadi agar dapat tetap survive. Penekanan akan makin pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu respon dalam menyikapi perubahan tersebut, dan ini tentu saja memerlukan upaya-upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan SDM.

Sehubungan dengan itu peranan ilmu pengetahuan menjadi makin menonjol, karena hanya dengan pengetahuanlah semua perubahan yang terjadi dapat disikapi dengan tepat. Ini berarti pendidikan memainkan peran penting dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas dan kompetitif. Ketatnya kompetisi secara global khususnya dalam bidang ekonomi telah menjadikan organisasi usaha memikirkan kembali strategi pengelolaan usahanya, dan SDM yang berkualitas dengan penguasaan pengetahuannya menjadi pilihan penting yang harus dilakukan dalam konteks tersebut.


sumber :
http://pengertianmanagement.blogspot.com/2012/11/pengertian-knowledge-management.html
thumbnail

Document Management System


Mbah Second - dalam pengelolaan seuah data agar bisa dijadikan sebuah informasi yang bermanfaat dan berguna pagi penggunanya mesti diperlukan Document dan Content Management System, selain sangat membantu dalam pengolahan data tekhnik ini juga menjadikan pengefisienan teknologi dan sumber daya manusia.


Document Management System


Sejarah
Mulai tahun 1980-an, sejumlah vendor mulai mengembangkan sistem perangkat lunak untuk mengelola dokumen berbasis kertas. Sistem ini berurusan dengan dokumen kertas, yang termasuk tidak hanya dicetak dan dokumen yang diterbitkan, tetapi juga foto-foto, sidik jari. Kemudian pengembang mulai menulis kedua jenis sistem yang dapat mengelola dokumen elektronik, yaitu, semua dokumen tersebut, atau file, dibuat pada komputer, dan sering disimpan pada pengguna file sistem lokal. Awal manajemen dokumen elektronik (EDM) sistem dikelola baik jenis file proprietary, atau sejumlah format file. Banyak dari sistem ini nanti [kapan?] Dikenal sebagai sistem pencitraan dokumen, karena mereka fokus pada penangkapan, penyimpanan, pengindeksan dan pengambilan format file gambar. Sistem EDM berkembang ke titik di mana sistem bisa mengelola semua jenis format file yang dapat disimpan pada jaringan. Aplikasi tumbuh untuk mencakup dokumen elektronik, alat-alat kolaborasi, keamanan, alur kerja, dan kemampuan audit.



Pengertian

Document management system merupakan sebuah sistem komputer atau set program komputer yang digunakan untuk melacak dan menyimpan dokumen elektronik. Hal ini biasanya juga mampu melacak versi yang berbeda dimodifikasi oleh pengguna yang berbeda juga dikenal sebagai pelacakan sejarah. Istilah ini memiliki beberapa tumpang tindih dengan konsep sistem manajemen konten. Hal ini sering dilihat sebagai komponen manajemen konten perusahaan (ECM) sistem dan terkait dengan pengelolaan aset digital, pencitraan dokumen, sistem alur kerja dan sistem manajemen catatan.



Ini terdiri dari teknologi, alat dan metode yang digunakan untuk menangkap, mengelola, menyimpan, melestarikan, memberikan dan membuang 'dokumen' di seluruh perusahaan. Dalam 'dokumen' ini konteks adalah salah satu dari segudang aset informasi termasuk gambar, dokumen kantor, grafis, dan gambar serta benda-benda elektronik baru seperti halaman web, email, pesan instan, dan video.



Component


Metadata


Integration


Capture 


Sistem pendaftaran


Storeage,


Retrieve


Distribusi,


Security,


Workflow,


Kolaborasi,




proofreading,


Reproduksi dokumen.


sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_konten
 


 
thumbnail

Content Management System


Mbah Second - dalam pengelolaan seuah data agar bisa dijadikan sebuah informasi yang bermanfaat dan berguna pagi penggunanya mesti diperlukan Document dan Content Management System, selain sangat membantu dalam pengolahan data tekhnik ini juga menjadikan pengefisienan teknologi dan sumber daya manusia.

Content Management System



Sistem manajemen konten (Inggris: content management system, disingkat CMS)[1], adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menambahkan atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs web. Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:



aplikasi manajemen isi (Content Management Application, CMA)

aplikasi pengiriman isi (content delivery application, CDA)



Elemen CMA digunakan untuk mengelola konten yang mungkin tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML untuk mengelola pembuatan, pengubahan, dan penghapusan isi dari suatu situs web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang webmaster. Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh pemilik situs web untuk memperbaharui situs web tersebut. Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem CMS berbeda-beda. Walaupun begitu, kebanyakan dari perangkat lunak ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan indeks, pencarian, dan pengarsipan.



CMS merupakan situs web yang menerapkan sistem ini berorientasi terhadap konten. Sudah bukan merupakan kendala yang berarti bagi manajemen atau humas suatu perusahaan/institusi/organisasi untuk memperbaharui situs webnya. Dengan hak akses dan otoritas masing-masing, setiap bagian dari perusahaan/intitusi/organisasi dapat memberikan kontribusinya kedalam website tanpa prosedur yang sulit.



Pada umumnya sebuah CMS memiliki 2 bagian kategori yaitu bagian Front-end dan Back-end.



Kecanggihan dan fitur masing-masing CMS bergantung pada CMS yang digunakan. Penggunaan sistem hirarki pengguna yang diterapkan CMS dalam hak aksesnyapun sangat bervariasi sesuai CMS masing-masing. Mulai dari level akses user anggota yang hanya dapat mengirimkan data tertentu berupa komentar, kemudian editor yang dapat mengirimkan suatu artikel/berita (untuk CMS yang menyediakan fasilitas ini), hingga level administrator yang dapat melakukan semua fitur yang ada.



Keberadaan aplikasi gratisan di Internet dan juga komunitas sumber terbuka yang semakin menjamur ikut memberikan andil yang signifikan untuk menjadikan teknologi CMS menjadi murah dari segi harga akan tetapi dengan fitur-fitur yang semakin lengkap dan canggih. Dari segi biaya implementasi pembuatan CMS sangatlah murah apalagi jika dibandingkan dengan fitur-fitur dan kemudahan yang ditawarkan. Hal inilah yang akhirnya ikut mempopulerkan CMS dan akhirnya akan menggantikan semua website konvensional yang ada. Salah satu perangkat lunak Content Management System yang dikenal luas yaitu MediaWiki, perangkat lunak yang dipakai di Wikipedia dan proyek-proyek sejenis.Perangkat lunak CMS seperti    Drupal,   Joomla,  Wordpress,  Plone,  Vbulletin, Moodle, MediaWiki,  Opencart. Dan Pemanfaatan CMS bisa untuk Situs web perusahaan, bisnis, organisasi atau komunitas, Portal,        Galeri, foto, Aplikasi E-Commerce, Mengelola website pribadi/ blog,       Situs web pembelajaran daring.


sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_konten