Website Iklan Tayang Selamanya
Selamat datang di situs web periklanan jaringan unikbaca.com "Semoga Hari Anda Selalu Menyenangkan!"
Setidaknya satu iklan Anda posting juga di situs web iklan ini!
Agar pengunjung atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda
📝 POSTING Hari ini DISKON 50%

Tampilkan postingan dengan label SEJARAH. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Debit Card Kuno Dari Saxony-Anhalt, Jerman

Para arkeolog di kota Wittenberg, Saxony-Anhalt, Jerman, telah menemukan ‘tongkat hitungan’ kayu kuno yang digunakan untuk melacak hutang atau saat ini diistilahkan debit card atau kartu debit.

“Ini temuan yang sangat langka di Eropa,” kata arkaeolog Andreas Hille dari Museum Prasejarah Negara di Halle, Saxony-Anhalt.

Alat penghitung hutang kuno itu memliki panjang 30 sentimeter dan menampilkan 23 takik, dengan nama dan tanggal 1558 yang terlihat jelas.

Batang penghitung tersebut yang dipelihara dengan baik ini digunakan pada Zaman Pertengahan untuk menghitung hutang.

“Hutang dipahat ke tongkat itu dalam bentuk takik kecil. Kemudian batangan akan dibagi dua memanjang, dengan peminjam dan yang meminjami masing-masing memegang setengah,” jelas Hille sebagaimana dikutip dari The Local German, Kamis (14/04/2011).

Dua bagian setengah tersebut kemudian dimasukkan bersama-sama pada hari pembayaran untuk diperbandingkan. Pada saat pembayaran itu kedua sisi harus cocok


Sumber : Dapunta
thumbnail

Asal Usul Adam

Sepanjang sejarah makhluk yang bernama manusia dimuka bumi dengan segala kisahnya, ternyata masih banyak menjadi misteri.
Sosok Adam sebagai manusia pertama dimuka bumi, menyimpan 1001 kisah.
Kisah ini mencoba menguak secuil misteri tentang penciptaan Nabi Adam, dan disajikan untuk anda sekalian.

Al kisah sebelum terciptanya Adam, Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril untuk mengunjungi bumi dalam rangka mengambil tanah sebagai bahan menciptakan Adam.

Namun ketika dibumi, bumi menyatakan penolakan untuk diambil tanahnya sebab bumi khawatir kelak manusia akan melakukan perbuatan dosa dan maksiat kepada Allah SWT.
Setelah kejadian ini maka Jibrilpun kembali dan melapor pada Allah.

Allah memerintahkan malaikat Mikail untuk turun tangan dengan maksud yang sama.

Namun bumipun kembali menolak, dan Mikail melaporkan kegagalan ini pada Allah.

Menyikapi hal ini selanjutnya Allah memerintahkan Izra’il yang turun ke bumi,
Allah SWT berkata kepada Izra’il:
“ engkau, AKU tugaskan mengambil tanah, meskipun bumi bersumpah, janganlah engkau mundur. Kerjakan perintah-KU dan atas nama-KU”.

Izra’ilpun turun ke bumi dan berkata:
“ Hai bumi, ketahuilah kedatanganku kesini atas perintah Allah dan atas nama Allah, jika engkau membantah perintah Allah tentunya engkau akan menjadi mahluk yang durhaka pada Allah”.


Mendengar perkataan Izrai’il maka bumipun akhirnya pasrah, dan Izra’il akhirnya mengambil beberapa jenis tanah.
Selanjutnya Ia kembali kepada Allah.

Menyambut kedatangan Izra’il Allah berkata:
“Ya Izra’il, pertama engkau yang aku tugaskan mengambil tanah, kelak engkaulah yang akan mencabut nyawa manusia”.

Mendengar hal ini Izra’il menjadi bimbang
“ Jika demikian, maka hamba akan dibenci oleh anak cucu Adam karena pekerjaan ini”.

Allah Berkata ;
“ Tidak mereka tidak akan memusuhi engkau, AKU nanti yang mengaturnya.
Akan aku jadikan sebab-sebab untuk mendatangkan kematian mereka.
Bisa karena terbunuh, bisa karena terbakar, bisa juga karena menderita penyakit, dan sebagainya”.


Dan Menurut Ibnu Abbas ada beberapa spesifikasi tanah yang digunakan untuk membuat manusia (Adam) sebagai berikut:

• Kepala Adam dari tanah Baitul Muqadis : tempat otak dan akal manusia
• Telinga Adam dari tanah bukit Tursina: karenanya menjadi alat pendengar
• Dahi Adam dari tanah Iraq: karenanya tempat bersujud pada Allah
• Muka Adam dari tanah Aden: karenanya menjadi tempat berhias dan kecantikkan
• Gigi Adam dari tanah telaga Al Kautsar: tempat untuk manis-manis
• Tangan kanan Adam dari tanah Ka’bah: untuk mencari nafkah dan bekerja
• Tangan kiri Adam dari tanah Paris: untuk bersuci cebok (istinjak).
• Kemaluan Adam dari tanah Babylonia: tempat birahi dan tipu daya syaiton untuk membimbing manusia menuju dosa.
• Hati Adam dari tanah surga Firdaus: sebagai tempat iman, keyakinan, dan ilmu
• Lidah Adam dari tanah Tha’if: tempat untuk mengucap kalimat syahadat dan berdoa.

Bagaimanakah prosesnya :
1. Ketika Allah akan jadikan Adam, tanah itu dicampuri air tawar,air masin,air hanyir,angin,api.Kemudian Allah resapkan Nur kebenaran dalam diri Adam dengan berbagai macam "sifat".
2. Lalu tubuh Adam itu digenggam dengan genggaman "Jabarut" kemudian diletakkan didalam "Alam Malakut".
3. Sesungguhnya tanah yang akan dijadikan "tubuh Adam" adalah tanah pilihan.Maka sebelum dijadikan patung, tanah itu dicampurkan dengan rempah-rempah ,wangi-wangian dari sifat Nur Sifat Allah, dan dirasmi dengan air hujan "Barul Uluhiyah".
4. Kemudian tubuh itu dibenamkan didalam air "Kudral-Izzah-Nya" iaitu sifat "Jalan dan Jammal".Lalu diciptakan menjadi tubuh Adam yang sempurna.
5. Demikian pula roh, ketika itu diperintah masuk kedalam tubuh Adam, ia pula merasa malas dan enggan, malah ia berputar-putar, mengelilingi patung kepada Izrail.

Menurut riwayat ketika Adam masih berada di syurga, sangat baik sekali kulitnya.Tidak seperti warna kulit kita sekarang ini.Kerana Adam telah diturunkan ke dunia,terjadilah perubahan pada warna kulitnya. Sebagai peringatan : yang masih tertinggal warnanya hanyalah pada kuku manusia.

Hal ini kita biasa lihat meskipun orang kulitnya hitam, tetapi warna kukunya adalah sama, ialah putih kemerah-merahan. Dijadikan pada tubuh Adam ada sembilan rongga atau liang.Tujuh buah liang di kepala,dan dua buah liang dibawah badan letaknya.Tujuh buah letaknya di kepala : dua liang mata,dua liang telinga, dua liang hidung dan sebuah liang mulut.Yang dua macam di bawah : sebuah liang kemaluan dan liang dubur.

Dijadikan pula lima buah pancaindera :
1. Mata alat penglihatan
2. Hidung alat penciuman
3. Telinga alat pendengaran
4. Mulut alat perasa manis,masin dan sebagainya.
5. Anggota tubuh lainya seperti kulit, telapak tangan, untuk perasa halus, kasar dan sebagainya.

Setelah Roh masuk ke dalam tubuh Adam :
Lalu roh itu masuk perlahan-lahan sehingga ke kepalanya yang mengambil masa 200 tahun. Demikianlah Allah memberi kekuatan pada Izrail untul memasukkan roh ke dalam tubuh Adam.Dahulu Izrail ditugaskan mengambil tanah untuk Adam, dan kini dia pula ditugaskan untuk mencabut nyawa
umat manusia.

Setelah itu meresap ke kepala Adam, maka terjadilah otak dan tersusunlah urat-urat sarafnya dengan sempurna. Kemudian terjadilah matanya seketika itu matanya terus terbuka melihat dan melirik kekiri dan ke kanan. Dan juga melihat ke bawah di mana bahagian badannya masih merupakan tanah keras.Dilihatnya kiri dan kanan para malaikat yang sedang menyaksikan kejadian dia. Ketika itu Adam telah dapat mendengar para malaikat mengucapkan tasbih dengan suara merdu dan mengasyikkan.

Kemudian ketika roh sampai kehidungnya lalu ia bersin, serta mulutnya terbuka. Ketika itulah Allah ajarkan padanya mengucap Alhamdulillah. Itulah ucapan Adam pertama kalinya kehadrat Allah. Lalu Allah berkata: Yarkhamukallah" yang ertinya: "semoga engkau diberi rahmat Allah" Oleh kerana itu jika orang bersin menjadi ikutan sunat mengucap Alhamdulillah" dan orang yang mendengarnya sunat mengucapkan "Yarkhamukallah".

Kemudian ketika roh sampai pada dadanya, tiba-tiba saja ia mahu bangun. Padahal sebahagian badannya kebawah masih menjadi tanah keras. Di sini menunjukkan sifat manusia yang suka tergesa-gesa (tidak sabar).
Sebagaimana firman Allah SWT bermaksud :"Dan adalah manusia itu, suka tergesa-gesa".(Al-Israk:II)

Maka ketika roh itu sampai di bahagian perutnya, maka terjadilah susunan isi perut dengan sempurna. Maka seketika itu terasalah lapar. Kemudian terus roh itu meresap sampai ke seluruh tubuh Adam, tangan, kaki lalu terjadi darah daging dan tulang, urat-urat, berkulit dengan sempurna, yang mana kulit itu kian lama kian bagus dan halus. Begitulah proses kejadian-kejadian tubuh Adam.

Setelah kejadian Adam sempurna sebagai manusia baru, maka dialah merupakan jenis makhluk manusia yang pertama.Wajahnya cukup cantik, semuamalaikat berasa kagum lihat Adam yang begitu menawan. Kemudian Adam diarak oleh malaikat-malaikat selama 100 tahun diperkenalkan kepada seluruh penghuni langit pertama hinggalah yang ketujuh sebelum dibawa ke syurga tempat mula-mula Adam dijadikan.
Wallahu A'lam Bi Shawab


Sumber : Dito News
thumbnail

Sejarah Mayday, Sebuah Hari Yang Dirayakan Seluas Dunia

 
panas.web.id
 
Boleh jadi Mayday menjadi hari istimewa non-religius yang dirayakan seluas bumi. Ya, setiap tanggal 1 Mei merupakan hari para buruh sedunia. Hari perlawanan terhadap para penguasa ekonomi, agar kembali 'memanusiakan' para pekerja.

Akar sejarah May Day mungkin dimulai pada tahun 1806, ketika terjadi pemogokan pekerja di AS yang pertama kalinya. Ketika itu pekerja Cordwainers, perusahaan pembuat sepatu, melakukan mogok kerja. Namun para pengorganisir aksi mogok kerja itu dibawa ke pengadilan untuk diproses hukum.
 
 
Dalam pengadilan itu, terungkap fakta pekerja di era itu benar-benar diperas keringatnya. Mereka harus bekerja 19-20 jam per harinya. Padahal sehari hanya 24 jam. Artinya para pekerja itu hanya bisa beristirahat 4 jam dalam sehari, dan mereka tidak punya kehidupan lain di luar bekerja untuk perusahaan yang membayar mereka.

Maka kelas pekerja Amerika Serikat pada masa itu kemudian memiliki agenda perjuangan bersama, yaitu menuntut pengurangan jam kerja. Peter McGuire, seorang pekerja asal New Jersey, punya peran penting dalam mengorganisir perjuangan ini. Pada tahun 1872, ia dan 100 ribu pekerja lainnya melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut pengurangan jam kerja. McGuire menghimpun kekuatan para pekerja dan pengangguran, serta melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur bagi pekerja.

Tahun 1881, McGuire pindah ke Missouri dan mulai mengorganisir para tukang kayu. Hasilnya, di Chicago berdiri persatuan tukang kayu dengan McGuire sebagai sekretaris umumnya. Inilah cikal bakal serikat pekerja. Ide membentuk serikat pekerja ini kemudian menyebar dengan cepat ke seantero AS. Serikat-serikat pekerja lain didirikan di berbagai kota.

Tanggal 5 September 1882, digelarlah parade Hari Buruh pertama di kota New York dengan 20 ribu peserta. Mereka membawa spanduk yang berisi tuntutan mereka: 8 jam bekerja, 8 jam istirahat, dan 8 jam rekreasi. Itulah 24 jam kehidupan ideal dalam sehari yang diinginkan kelas pekerja Amerika Serikat.
 
 
Tuntutan pengurangan jam kerja itu pada akhirnya menjadi perjuangan kelas pekerja dunia. Kongres internasional pertama mereka dilangsungkan di Jenewa, Swiss, pada tahun 1886, dan dihadiri organisasi pekerja dari berbagai negara. Kongres buruh internasional ini menetapkan tuntutan pengurangan jam kerja menjadi 8 jam sehari sebagai perjuangan resmi buruh sedunia.

Tanggal 1 Mei ditetapkan menjadi hari perjuangan kelas pekerja sedunia. Satu Mei dipilih karena mereka terinspirasi kesuksesan aksi buruh di Kanada pada tahun 1872. Ketika itu buruh Kanada menuntut 8 jam kerja seperti buruh di AS, dan mereka berhasil. Delapan jam kerja di Kanada resmi diberlakukan mulai tanggal 1 Mei 1886.

 
Tragedi Haymarket

Kontras dengan kesuksesan rekan mereka di Kanada, buruh Amerika Serikat justru harus mengalami kenyataan pahit ditembaki oleh polisi mereka. Tanggal 1 Mei 1886, bersamaan dengan mulai berlakunya 8 jam kerja di Kanada, sekitar 400 ribu buruh di AS menggelar demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja. Aksi ini berlangsung selama empat hari sampat tanggal 4 Mei 1886.

Tak disangka, pada hari terakhir itu, 4 Mei 1886, polisi AS menembaki para demonstran buruh itu hingga ratusan orang tewas. Pemimpin buruh itu juga ditangkap dan dihukum mati. Peristiwa ini dikenal dengan tragedi Haymarket karena terjadi di bundaran Lapangan Haymarket.

Sebagai penghormatan terhadap para martir atau buruh yang tewas dalam aksi demonstrasi itu, Kongres Sosialis Dunia yang digelar di Paris pada Juli 1889 menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Sedunia (May Day). Hal ini memperkuat keputusan Kongres Buruh Internasional yang berlangsung di Jenewa tahun 1886.
 
 
Sumber : Viva
 
 
thumbnail

Jawaban Al Quran Tentang, Teka-teki di Balik Pembangunan Piramida


Sejak lama para ilmuwan bingung bagaimana cara sebuah piramida dibangun. Hal ini karena teknologi mengangkat batu-batu besar yang bisa mencapai ribuan kilogram ke puncak-puncak bangunan belum ditemukan di zamannya. Apa rahasia di balik pembangunan piramida ini?
 
Times edisi 1 Desember 2006, menerbitkan berita ilmiah yang mengkonfirmasi bahwa Firaun menggunakan tanah liat untuk membangun piramida! Menurut penelitian tersebut disebutkan bahwa batu yang digunakan untuk membuat piramida adalah tanah liat yang dipanaskan hingga membentuk batu keras yang sulit dibedakan dengan batu aslinya.
 
Para ilmuwan mengatakan bahwa Firaun mahir dalam ilmu kimia dalam mengelola tanah liat hingga menjadi batu. Dan teknik tersebut menjadi hal yang sangat rahasia jika dilihat dari kodifikasi nomor di batu yang mereka tinggalkan.
 
Profesor Gilles Hug, dan Michel Profesor Barsoum menegaskan bahwa Piramida yang paling besar di Giza, terbuat dari dua jenis batu: batu alam dan batu-batu yang dibuat secara manual alias olahan tanah liat.
 
Dan dalam penelitian yang dipublikasikan oleh majalah “Journal of American Ceramic Society” menegaskan bahwa Firaun menggunakan jenis tanah slurry untuk membangun monumen yang tinggi, termasuk piramida. Ini karena tidak mungkin bagi seseorang untuk mengangkat batu berat ribuan kilogram. Sementara untuk dasarnya, Firaun menggunakan batu alam.
 
Lumpur tersebut merupakan campuran lumpur kapur di tungku perapian yang dipanaskan dengan uap air garam dan berhasil membuat uap air sehingga membentuk campuran tanah liat. Kemudian olahan itu dituangkan dalam tempat yang disediakan di dinding piramida. Singkatnya lumpur yang sudah diolah menurut ukuran yang diinginkan tersebut dibakar, lalu diletakkan di tempat yang sudah disediakan di dinding piramid.
 
Profesor Davidovits telah mengambil batu piramida yang terbesar untuk dilakukan analisis dengan menggunakan mikroskop elektron terhadap batu tersebut dan menemukan jejak reaksi cepat yang menegaskan bahwa batu terbuat dari lumpur.

Selama ini, tanpa penggunaan mikroskop elektron, ahli geologi belum mampu membedakan antara batu alam dan batu buatan. Dengan metode pembuatan batu besar melalui cara ini, sang profesor membutuhkan waktu 10 hari hingga mirip dengan batu aslinya.

 
Sebelumnya, seorang ilmuwan Belgia, Guy Demortier, telah bertahun-tahun mencari jawaban dari rahasia di balik pembuatan batu besar di puncak-puncak piramida. Ia pun berkata, “Setelah bertahun-tahun melakukan riset dan studi, sekarang saya baru yakin bahwa piramida yang terletak di Mesir dibuat dengan menggunakan tanah liat.”
 
Penemuan oleh Profesor Prancis Joseph Davidovits soal batu-batu piramida yang ternyata terbuat dari olahan lumpur ini memakan waktu sekitar 20 tahun. Sebuah penelitian yang lama tentang piramida Bosnia, "Piramida Matahari" dan menjelaskan bahwa batu-batunya terbuat dari tanah liat! Ini menegaskan bahwa metode ini tersebar luas di masa lalu. (Gambar dari batu piramida).

 
Sebuah gambar yang digunakan dalam casting batu-batu kuno piramida matahari mengalir di Bosnia, dan kebenaran ilmiah mengatakan bahwa sangat jelas bahwa metode tertentu pada pengecoran batu berasal dari tanah liat telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu dalam peradaban yang berbeda baik Rumania atau Firaun!
 
Alquran Ternyata Lebih Dulu Punya Jawaban
Jika dipahami lebih dalam, ternyata Alquran telah mengungkapkan hal ini 1400 tahun sebelem mereka mengungkapkannya, perhatikan sebuah ayat dalam Al Quran berikut ini:
“Dan berkata Fir'aun: ‘Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan Sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa Dia Termasuk orang-orang pendusta." (Al-Qashash:38)
 
Subhanallah! bukti menakjubkan yang menunjukkan bahwa bangunan bangunan raksasa, patung-patung raksasa dan tiang-tiang yang ditemukan dalam peradaban tinggi saat itu, juga dibangun dari tanah liat! Al-Quran adalah kitab pertama yang mengungkapkan rahasia bangunan piramida, bukan para Ilmuwan Amerika dan Prancis.
 
Kita tahu bahwa Nabi saw tidak pergi ke Mesir dan tidak pernah melihat piramida, bahkan mungkin tidak pernah mendengar tentangnya. Kisah Firaun, terjadi sebelum masa Nabi saw ribuan tahun yang lalu, dan tidak ada satupun di muka bumi ini pada waktu itu yang mengetahui tentang rahasia piramida.

Sebelum ini, para ilmuwan tidak yakin bahwa Firaun menggunakan tanah liat dan panas untuk membangun monumen tinggi kecuali beberapa tahun belakangan ini.
 
Ajaib, 1400 tahun yang lampau, Nabi Muhammad saw, berbilang tahun setelah berakhirnya dinasti Firaun memberitahukan bahwa Firaun membangun monumen yang kelak dinamakan Piramid menggunakan tanah liat.
 
Kenyataan ini sangat jelas dan kuat membuktikan bahwa nabi Muhammad saw tidaklah berbicara sesuai hawa nafsunya saja melainkan petunjuk dari Allah yang menciptakan Firaun dan menenggelamkannya, dan Dia pula yang menyelamatkan nabi Musa ... Dan Dia pula yang memberitahukan kepada Nabi terakhir-Nya akan hakikat ilmiah ini, dan ayat ini menjadi saksi kebenaran kenabiannya dikemudian hari!
 
Subhanallah! Sungguh suatu hal yang hanya dapat dipahami oleh orang orang yang bukan sekedar berakal, tetapi juga mempergunakan akalnya.
 
 
thumbnail

Monumen Sejarah Salman Al Farisi, Benteng dan Masjid Khandaq






Masjid dan benteng Khandaq adalah salah satu peninggalan Nabi Muhammad SAW di Madinah. Khandaq berarti parit.

Dalam sejarah Islam, Khandaq adalah peristiwa penggalian parit untuk benteng pertahanan melawan kaum kafir Quraisy bersama sekutu-sekutunya yang mengepung Madinah.


Untuk menuju ke bekas benteng Khandaq yang berada di Jalan Abu Bakar Shiddiq sangatlah mudah. Jaraknya juga dekat. Dari Masjid Nabawi hanya berjarak sekitar 2,5 km.
 
Bisa naik taksi dari sekitar Masjid Nabawi dengan ongkos sekitar 10-15 riyal per orang. Mereka biasanya menawarkan program wisata itu dengan tawaran ziarah di beberapa tempat seperi Gunung Uhud, Masjid Quba, Masjid Khandaq dan Masjid Qiblatain.
 
Dinamakan perang Khandaq karena umat Islam menjadikan parit untuk benteng pertahanan melawan musuh. Parit yang dalam itu ternyata mampu menahan serangan kaum Quraisy yang jumlahnya lebih banyak dibanding umat muslim waktu itu.
 
Saat ini bekas-bekas peninggalan perang Khandaq yang ada hanyalah berupa lima buah masjid. Masjid di tempat itu sekarang dikenal dengan nama Masjid Sab’ah atau Masjid Khamsah.
 
Untuk mengenang dan menghormati jasa pejuang dan syuhada Khandaq, kaum Muslim membangun masjid di lokasi yang menjadi tempat pertahanan para sahabat. Ada tujuh buah masjid yang dibangun. Karena itu kemudian dinamakan Masjid Tujuh (Sabah), yakni Masjid Salman, Masjid Abu Bakar, Masjid Umar, Masjid Utsman, Masjid Ali, Masjid Fatimah, dan Masjid Fatah.
 
►►►
 
Sejarah perang Khandaq terjadi pada bulan Syawal tahun kelima Hijriyah. Pembuatan parit ini merupakan inisiatif dari salah seorang sahabat Rasulullah SAW, yakni Salman Al Farisi. Salman Al Farisi berasal dari Iran.
 
Sebelum serangan dimulai, Rasulullah bersama sahabat dan umat muslim menggali parit bersama-sama. Setiap 10 orang kaum Muslimin harus bisa menyelesaikan penggalian parit sepanjang 40 meter.Umat muslim berhasil menggali parit sepanjang 5,5 km, lebar 4,6 meter dan kedalaman lebih dari 3 meter.



Penggalian itu membutuhkan waktu sekitar 10 hari. Parit itu berada di barat laut Madinah memanjang dari utara ke selatan dan menjadikan sekitar Gunung Sila (Sal’a) atau Jabal as-Sila’ sebagai benteng pertahanan umat muslim.

Saat perang terjadi, tidak ada satupun pasukan berkuda kaum Quraisy yang mampu melewati parit tersebut karena lebar dan dalam. Karena kaum Quraisy bersama sekutunya tidak bisa melewati parit.
 
Pertempuran yang terjadi tidak secara terbuka namun hanya mengandalkan pasukan pemanah. Dalam peristiwa itu, sempat terjadi pertarungan satu lawan satu antara Ali bin Abi Thalib dengan Amr bin Abdu Wudd. Ali berhasil membunuhnya.

Saat perang terjadi kaum muslim menjadi syuhada sebanyak enam orang. Sedangkan dari pasukan Quraisy sebanyak 12 orang.
 
Saat ini, parit yang terletak di bagian selatan Madinah sudah hilang. Bekas masjid tujuh itu masih ada, namun sudah ditutup dan tidak digunakan. Hanya masjid Fatah saja yang masih bisa digunakan untuk salat.
 
Oleh karena kepentingan perluasan kawasan kota Madinah, dua buah masjid yakni Masjid Abu Bakar AR dan Masjid Utsman AR tergusur. Saat ini yang masih tersisa dan bisa kita lihat langsung hanya lima buah. Kelima masjid itu kemudian dikenal dengan nama Masjid Khamsah (Masjid Lima).
 
Saat kami melakukan penelusuran ternyata letak masjid Abu Bakar RA dan Utsman RA itu berada di areal parkir kendaraan para penziarah. Kedua masjid itu sudah hilang sejak awal tahun 2000-an karena perluasan tempat parkir.
 
Yang menarik saat berkunjung di tempat itu, kami berbarengan dengan jamaah haji haji asal Iran. Di salah satu masjid yakni Masjid Ali secara berkelompok
mereka melakukan doa bersama.

Namun karena jumlah jamaah Iran yang banyak itu, kemudian oleh Asykari dilarang berdoa di tempat itu. Kita pun tidak bisa masuk karena sudah tertutup pintu pagar besi dan hanya melongok dari luar saja.

thumbnail

Masjid Qiblatain, Monumen Ketaatan Kepada Allah



Hijau dan rimbunnya pohon menyambut kedatangan para peziarah lintas dunia ketika berada di sekitar Masjid Qiblatain Madinah Arab Saudi. Pada pagi hari yang cukup cerah, para jamaah haji dari lintas dunia termasuk Indonesia telah memadati Masjid Qiblatain.

Masjid ini terletak di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau diatas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah Arab Saudi.

Masjid Qiblatain yang artinya masjid dua kiblat, adalah salah satu masjid terkenal di Madinah yang selalu ramai dikunjungi. Masjid yang mula-mula dikenal dengan masjid salamah karena berada di atas bekas rumah bani salamah, saat ini memiliki struktur bangunan yang megah. Dimulai dari luas dan besarnya bangunan hingga  menara masjid yang berdiri kokoh.
 
Sedangkan di dalamnya, udara dingin dengan siraman AC para pengunjung, lantai terasa lembut karena dilapisi karpet yang berkualitas berwarna merah. Masjid ini juga dihiasi sinar terang dari hiasan lampu yang berukuran besar, serta seni kaligrafi yang menghiasi dinding, Mihrob serta Mimbar Khotib.
 
Selain itu, sebagai bagian dari sejarah perubahan arah kiblat di masjid, persis di belakang atau berlawanan arah mihrob di bagian atas terdapat arah kiblat pertama. Arah kiblat itu, dilambangkan dengan bentuk ukiran sajadah ukuran 1X2 meter yang berada di bawah kubah masjid di dekat pintu masuk utama.
 
♦♦♦
 
Pada permulaan Islam, orang melakukan shalat dengan kiblat ke arah Baitul Maqdis (nama lain Masjidil Aqsha) di Yerusalem/Palestina. Baru belakangan turun wahyu kepada Rasulullah SAW untuk memindahkan kiblat ke arah Masjidil Haram di Mekkah.
 


Peristiwa itu terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah hari Senin bulan Rajab waktu dhuhur di Masjid Bani Salamah ini. Ketika itu Rasulullah SAW tengah salat zuhur dengan menghadap ke arah Masjidil Aqsha. Di tengah shalat, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144[1], yang artinya:
“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”
 
Setelah turunnya ayat tersebut di atas, Nabi Muhammad  menghentikan sementara shalatnya, kemudian meneruskannya dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram. Merujuk pada peristiwa tersebut, lalu masjid ini dinamakan Masjid Qiblatain, yang artinya masjid berkiblat dua.

Dalam sejarahnya, Nabi Muhammad juga telah memerintahkan Usman Bin Affan untuk membeli sebuah sumur milik orang yahudi. Keberadaan sumur sangat penting bagi sebuah masjid sebagai air minum dan segala aktifitas ibadah. Setelah dibeli, sumur itu, kemudian diwakafkan dan digunakan hingga kini sebagai sumber pengairan pohon-pohon hijau dan rimbun.

Masjid Qiblatain telah mengalami beberapa kali pemugaran. Pada 1987 Pemerintah Kerajaan Arab Saudi di bawah Raja Fahd melakukan perluasan, renovasi dan pembangunan konstruksi baru, namun tidak menghilangkan ciri khas masjid tersebut.  Sebelumnya Sultan Sulaiman telah memugarnya di tahun 893 H atau 1543 M.

Masjid Qiblatain merupakan salah satu tempat ziarah yang biasa dikunjungi jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia. Di Masjid Qiblatain, juga menyediakan berbagai oleh-oleh yang bisa dibeli oleh para pengunjung. Mulai dari cincin hingga siwak dan cincin yang terbuat dari perak dengan harga yang terjangkau.

Semoga dengan mengetahui dan mengunjungi Masjid Qiblatain, kita dapat berbenah diri untuk selalu taat kepada perintah Allah dan mengikuti Sunah Rasul. Ketaatan kita adalah tidak lain untuk  meraih Ridho dan surga yang dijanjikan-Nya.
 
 
thumbnail

Kisah Olahraga Otak dan Hikayat Catur



Siapa yang tidak kenal catur? Masyarakat di berbagai belahan dunia mengenal permainan yang menggunakan papan berselang-seling hitam dan putih itu. Bermain catur dipercaya menjadi salah satu cara meningkatkan kemampuan otak.
 
Terlepas dari ukuran dan tampilannya, catur dapat dimainkan dengan berbagai aturan yang bervariasi. Bagaimana asal muasal, bentuk, dan siapa yang pertama kali menemukan catur masih menjadi misteri. Catur diduga berasal dari India atau Persia sekitar 600 Masehi. Pada abad ke-14, Ibnu Khaldun mengasosiasikan catur dengan orang bijak dari India bernama Sassa bin Dahir.
 
Permainan kuno serupa catur di India disebut chaturanga yang artinya "Memiliki empat anggota tubuh". Kemungkinan, hal itu merujuk pada empat cabang tentara India yang terdiri atas gajah, penunggang kuda, kereta tempur, dan infanteri. Tidak seperti catur di masa sekarang yang terdiri atas papan dengan 12x12 kotak, chaturanga terdiri atas delapan kali delapan kotak. Chaturanga menjadi cikal bakal catur seperti yang kita kenal sekarang.
 
Sebuah manuskrip Persia abad ke-14 menjelaskan, seorang utusan India membawa permainan "catur" ke pengadilan Persia. Catur itu kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang Arab. Namun, sebelum mencapai daratan Eropa, masyarakat Persia telah memodifikasi permainan itu menjadi chatrang. Saat bersentuhan dengan Arab, namanya menjadi shatranj.
 
Pada saat itu, bidak yang dimainkan adalah Syah sebagai raja dan Firzan sebagai jenderal yang kemudian berubah menjadi ratu di permainan modern. Fil adalah gajah yang kemudian bertransformasi menjadi menteri, Faras atau kuda, Rukh atau kereta tempur yang berubah menjadi istana atau benteng, dan Baidaq atau pion.
 
Perubahan terbesar aturan bermain catur, yakni dulu orang-orang menggunakan dadu. Mereka melempar dadu sebelum bermain. Dalam filsafat Hindu di India, melempar dadu sama dengan melempar kesempatan yang berarti sebuah cara berkomunikasi dengan kosmos dan para dewa.
 
Referensi tertulis sebelum masa Islam mengenai permainan ini terdapat di Persia sekitar 600 Masehi. Tulisan ini menyebutkan catur dan periode terakhir penguasa Sasanid di Iran (224-651 Masehi). Buku Karnamak-i Ardeshir-i Papakan(Perbuatan Ar des hir di Papakan) menyebut permainan chatrang sebagai salah satu pencapaian budaya tersendiri bagi Ardeshir sebagai pangeran muda.
 
♦♦♦
 
Permainan catur sangat populer di masyarakat. Begitu juga di kalangan bangsawan, terutama khalifah Abbasiyah sangat menyenanginya. Mereka yang sangat mahir bermain catur di masa itu adalah al-Suli, al-Razi, al-Aadani, dan Ibnu al-Nadim. Banyak orang yang berpikir permainan ini adalah permainan baru, padahal sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Al-Suli menulis banyak catatan mengenai aturan dan strategi bermain. Catatannya pun tersebar di seluruh negeri Muslim.
 
Sebuah buku berjudul Book of the Examples of Warfare in the game of Chess yang ditulis pada 1370 untuk pertama kali memperkenalkan permainan catur yang disebut "Kepala Biara Buta dan Biarawatinya". Seorang musisi dan pelopor Ziryab membawa catur ke Andalusia pada abad ke-9. Kata skakmat berasal dari Persia shahmat yang berarti "raja telah kalah".
 
Dari Andalusia, permainan menyebar di tengah-tengah kaum Kristen Spanyol dan Mozarab hingga mencapai bagian utara dan selatan Spanyol. Catatan Eropa pertama yang menyebut soal catur ditemukan pada 1058. Ketika itu, Countess Ermessind dari Barcelona menghadiahkan bidak catur kristal agar diletakkan di Gereja St Giles di Nimes.
 
Beberapa tahun kemudian, Kardinal Damianni dari Ostia menulis kepada Paus Gregory VII untuk melarang permainan yang disebutnya kafir itu agar tidak menyebar di kalangan pendeta. Ia melarangnya karena catur dibawa oleh Muslim.
thumbnail

Film-Film Sejarah Yang Menyesatkan


Biasanya kita bisa mempelajari dan mengetahui hal-hal dan pelajaran baru dari film yang kita tonton, tapi terkadang film-film yang kita tonton tidak selmanya memceritakan kebenaran. Ada beberapa film yang menurut sejarawan dan ahli antropologi justru "menyesatkan" penontonnya. Berikut 1 Film Indonesia dan 10 Film box office yang paling "menyesatkan" dan keliru dalam memaparkan sejarah:


11. G30 S PKI






Masih banyak mengandung unsur subyektifitas ala Orde Baru.Terlalu menonjolkan PKI sebagai dalang utama, padahal masih ada unsur keterlibatan Sukarno, Suharto, & CIA dalam peristiwa G30S, Serta menonjolkan Suharto sebagai superhero secara berlebihan, malahan Sukarno digambarkan sebagai tokoh villain



10. 300





meskipun film ini merupakan penghormatan untuk kode moral kuno dan latihan fisik modern didasarkan pada Pertempuran Thermopylae nyata, film ini mengandung terlalu banyak kebebasan dalam pemaparan sejarah. Yang paling jelas adalah raja Persia Xerxes bukanlah Cirque du Soleil setinggi 8-kaki. Juga, Dewan Spartan itu terdiri dari pria di atas usia 60, dan tidak ada yang semuda Theron (diperankan oleh Dominic West yang berumur 37 tahun). Dan prajurit Sparta pergi ke perlengkapan perang memakai perlengkapan perunggu, bukan hanya sepatu Speedos kulit.


9. 10.000 BC




Sutradara Roland Emmerich biasanya sangat ngotot untuk mempertahankan realisme dalam film nya (lihat adegan pengiriman virus komputer dengan komputer Macintosh ke pesawat alien di Independence Day). Jadi kita sebenarnya tidak suka untuk memberitahu kepadanya bahwa mammoth sama sekali tidak digunakan untuk membangun piramida. Dan yang pasti, mammoth bahkan tidak ditemukan di padang pasir. Mereka tidak akan perlu wol diseluruh tubunhya jika itu terjadi. Dan tidak ada piramida di Mesir sampai 2.500 SM.



8. The Last Samurai



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOOJapi5dXw8bz4YbM6ROCEYPUOVDmqcqx1ji4D0MmV337xnuFLqZYfYgzp8UD0decJp5L8cYBRMN0CPjRC1KqxYAM9KPGdq49HW88F4laoUvTVEv7KZ4bg3Dj9Rabpi4ouedev8fOsvk/s1600/imgThe+Last+Samurai2.jpg


Orang Jepang pada akhir abad 19 memang menggunakan tenaga asing dari luar negeri untuk memodernisasikan militer mereka, tetapi mereka kebanyakan adalah orang Perancis, bukan Amerika. Karakter Ken Watanabe didasarkan pada Takamori Saigo yang melakukan ritual bunuh diri, atau "seppuku" setelah menelan kekalahan dalam pertempuran bukan di tembak senjata Gatling Gun. Apalagi sangat meragukan bahwa alkoholic berumur 40an pensiunan perang dengan rambut yang menawan, bisa mahir menggunakan sumpit (apalagi pedang samurai?).


7. Gladiator



Kaisar Commodus bukan seorang sister-complex yang sangat terobsesi seperti yang digambarkan dalam film. Dia memang seorang alkoholik yang kejam, tentu, tapi tidak terlalu cengeng. Dia bahkan mampu memerintah lebih dari satu dekade dibandingkan ineptly yang hanya mampu memerintah selama beberapa bulan. Ia juga tidak membunuh ayahnya, Marcus Aurelius, yang benar-benar meninggal karena cacar air. Dan ia bukan dibunuh di arena gladiator, dia dibunuh di bak mandi nya.



6. Apocalypto



http://cdn.indowebster.com/www51.indowebster.com/459bef0c9eb0a59c42fe2115ee3634e3.jpg


Film ini benar-benar memberikan seluruh departemen dan ahli Antropologi sakit migrain. Memang benar suku Maya memiliki tradisi aneh mengorbankan manusia. Tetapi mereka tidak mempersembahkannya untuk Kulkulkan, Dewa Matahari, dan yang dibunuh hanyalah petinggi-petinggi yang ditangkap dalam perang saja. Para conquistador yang tiba di akhir film adalah penyelamat yang tidak pernah ada, bahwa 90% dari penduduk Amerika asli meninggal karena cacar dari ternak yang menginfeksi mereka.

5. Memoirs of a Geisha

http://www.tokohdmovies.com/product_images/r/827/Memoirs_of_a_Geisha__48692_zoom.jpg

Geisha yang sudah cukup berumur, yang disebut "mizuage" sama sekali tidak melakukan hubungan intim dengan klien. Dalam adegan klimaks dimana Sayuri mempesona Gion dengan tariannya, background yang digunakan (salju buatan dan lampu sorot) lebih seperti pertunjukan di Studio 54 daripada seperti Kyoto di masa sebelum perang.

4. Braveheart

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgY4i8RTTcDqJlet6_6VdbE9-pNl8nlyglAit2vuhFdJvFni_QgqFarQgmQbaNL0weowvLuGcmXg0B0s0T9A2-VOYsQvrSvC7lurXaW3I06zlSPSUNZNIgWDXbaMJDn0hKA79eyPGJNoH4/s1600/braveheart.jpg


Mari kita lupakan sejenak fakta bahwa pakaian "kilt" belum dipakai di Skotlandia sampai kira-kira 300 tahun setelah era William Wallace. Di dalam film, pesona mata biru Wallace sangat luar biasa, dia berhasil berselingkuh dengan istri raja Edward II, Isabella dari Perancis, dan akhirnya hasil dari perselingkuhan itu adalah lahirnya Edward III. Tetapi menurut buku-buku sejarah, Isabella berusia tiga tahun pada saat perang Falkirk, dan Edward III lahir tujuh tahun setelah Wallace meninggal.

3. Elizabeth: The Golden Age



Pada 1585, seperti di film, Ratu Elizabeth berusia 52 tahun (Cate Blanchett berumur 36 ketika ia memerankan film tersebut) dan tidak sedang didekati Ivan (yang sudah mati saat itu). Dan meskipun dia mengumpulkan dan memimpin pasukan di Tilbury dengan menunggang kuda putih memakai baju besi lengkap dengan pedang, ia duduk di samping pelana sambil membawa tongkat kecil (Dia lebih terlihat seperti seorang mayoret yang anggun daripada seorang Joan of Arc).


2. The Patriot



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9xcZjCfFeuPCHVHOAbDlFlNc9fCXOdTOtamDbIUPrRdcuNkR1td7l7B-oAOGXo-JIVPLJF7qStS3_87p5QYyBMohtaYPYoL6eq-zReDCe0_1nekznCl0w7PNpInmmhbu-WVNN7Yi9Xv18/s1600/The+Patriot.jpg


Francis Marion yang diperankan Mel Gibson, bukan merupakan seorang kepala keluarga yang berpikiran ke depan seperti digambarkan dalam film. Dia adalah seorang pemilik budak yang tidak menikah (dengan sepupunya) sampai setelah perang berakhir. Para sejarawan juga mengatakan bahwa ia aktif membunuh dan menganiaya para penduduk asli. Ditambah, dia digambarkan berhasil membunuh musuh bebuyutannya dari Inggris dalam Pertempuran Guilford Court House, pada kenyataannya, Amerika mengalami kekalahan telak.

1. 2001: A Space Odyssey



Menurut film ini, pada tahun 2001 kita sudah berhasil melakukan perjalanan ke Jupiter, kita bisa berdebat dengan komputer, dan adanya lompatan kuantum di evolusi manusia. Kenyataannya, kita mendapati bahwa Mir Space Station jatuh dari orbitnya, Windows XP, dan film Freddy Got Fingered. Pelajarannya adalah, terkadang lebih baik bila apa yang di paparkan di film adalah tidak sesuai dengan kenyataan.




thumbnail

Arsitektur Bangunan Kaum Tsamud Yang Menakjubkan



Gunung-gunung batu tersebut dibentuk kaum Tsamud menjadi istana, rumah, dan kuburan para petinggi kaum. Pahatan ukiran dan ornamennya sangat halus, indah dan menakjubkan.

Wilayah kekuasaan kaum Tsamud membentang hingga ke wilayah Petra (Yordania). Bedanya, Petra sudah dijadikan komoditi parawisata inti Yordania selain Laut Mati.

Sedangkan Mada’en Shaleh masih menjadi perdebatan antara kepentingan dinas pariwisata Saudi yang mulai mengangkat Mada’en Shaleh sebagai komoditi pariwisata, dengan para ulama yang berpendapat bahwa tempat tersebut adalah situs peninggalan “kaum terlaknat,” sehingga umat Islam diharamkan untuk menziarahinya.





Dikisahkan dalam Al-Qur’an, pada zamannya, kaum Tsamud memiliki keahlian arsitektur luar biasa. Nabi Shaleh, nabi kelima dari 25 nabi dan rasul yang tertulis, diutus Allah SWT, mengajak mereka untuk bertauhid.

Namun, kaum Tsamud tidak menerima Nabi Shaleh begitu saja. Mereka minta ditunjukkan satu mukjizat sebagai bukti bahwa Shaleh adalah utusan Allah. Tak Cuma itu. Di luar batas kewajaran manusia, mereka minta seekor unta betina keluar dari celah bebatuan.

Nabi Shaleh pun berdoa meminta kepada Yang Maha Kuasa. Doanya dikabulkan, dan keluarlah seekor unta betina dari celah bebatuan. Ia lalu berpesan kepada umatnya, jangan sampai menyakiti unta tersebut, apalagi membunuhnya. Azab Allah akan menyapu bersih, kalau sampai unta tersebut dibunuh. Kaum Tsamud akhirnya sepakat menjadi umat Nabi Shaleh.


Seiring perjalanan waktu, salah seorang umatnya kemudian mengingkari dan nekat membunuh unta tersebut. Menurut riwayat, konon sang pembunuh adalah utusan bersama para petinggi kaum yang diiming-imingi hadiah seorang wanita cantik.

Nabi Shaleh marah luar biasa. Ia tahu, azab Allah tidak lama lagi akan datang dan membumihanguskan kaumnya. Karena, “mukjizat unta” hanyalah simbol kepatuhan kaum Tsamud kepada Allah.

Setelah kejadian tersebut, kaum Tsamud masih menantang Nabi Shaleh, karena ternyata azab tidak kunjung datang melanda mereka. Maka, tidak lama berselang, murka Allah pun datang. Angin puting beliung dengan suhu udara yang sangat dingin menyelimuti hari-hari kaum Tsamud, diiringi gempa dahsyat.

Akhirnya, kaum Tsamud tenggelam ditelan bumi. Yang tertinggal hanya beberapa rumah dan istana gunung batu sebagai hasil karya besar mereka.


Kini, situs ribuan tahun itu masih bisa dinikmati peziarah yang datang untuk se­kadar berwisata atau para arkeolog de­ngan tujuan penelitian. Departemen Pariwisata Saudi gencar mempromosikan Mada’en Shaleh sebagai objek wisata se­jarah selain Dir’iyah, situs kota tua Raja Abdul Aziz, pendiri kerajaan Saudi Arabia. 
Sumber : Misteri Dunia Fana 

thumbnail

Poster Iklan Televisi Zaman Dulu



Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang memiliki arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.

Iklan ialah promosi barang, jasa, perusahaan dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor. Pemasaran melihat iklan sebagai bagian dari strategi promosi secara keseluruhan. Komponen lainnya dari promosi termasuk publisitas, relasi publik, penjualan, dan promosi penjualan.

Langsung saja mari kita Poster-Poster promosi Iklan sebuah TV pada jaman dulu
Iklan TV Jaman Sekarang:



Iklan TV Tempo Dulu











 

Sumber : Kaskus

thumbnail

Pertemuan Willem Iskander dengan Munshi Abdullah dan Multatuli





Oleh Basyral Hamidy Harahap 
 

Kepeloporan Willem Iskander dalam sejarah pendidikan di Indonesia tidak dapat diragukan lagi. Hal ini bukan saja telah terbukti dalam arsip-arsip abad yang lalu, tetapi juga telah diulas orang dalam karangan ilmiah, dalam disertasi, bahkan telah dicanangkan oleh berbagai mass media di Jawa dan Belanda satu abad yang lalu. Ia terpendam begitu lama, dan sekarang penulis sedang sibuk mengadakan penelitian tentang tokoh ini untuk membuka tabir masa silamnya yang selama ini masih gelap.
Willem Iskander bukan saja menjadi guru di kelas, tetapi ia juga benar-benar menjadi pelopor modernisator, yang berusaha keras memerangi keterbelakangan bangsa melalui kontaknya yang akrab dengan masyarakat di sekitarnya. Tano Bato di kaki gunung Sorik Marapi tumbuh sebagai pusat modernisasi satu abad yang lalu, dari tempat ini Willem Iskander mencetak banyak cendekiawan muda yang kemudian tersebar ke pusat-pusat pemerintahan di Sumatra. Ia bukan saja mencetak cendekiawan guru, tetapi sekaligus menghasilkan guru pengarang, seperti dirinya.
Di Kweekschool Tanobato, Willem Iskander juga mengajar kesusastraan Melayu. Dalam matapelajaran ini ia mewajibkan kepada murid-muridnya untuk membaca dan memahami "Panja tandaran yaitu hikayat Kalillah dan Daminah". Karya ini diterjemahkan oleh Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi dengan bantuan sahabatnya Tambi Muttu Virabattar di Malaka, dan diterbitkan pada tahun 1838. Pengajaran kesusastraan Melayu yang diberikan oleh Willem Iskander pada ketika itu, mutunya sudah tinggi. Murid-muridnya sama sekali tidak mengalami kesukaran untuk memahami karangan-karangan berbahasa Melayu, karena bahasa dan kesusastraan Melayu merupakan salah satu matapelajaran yang penting disamping bahasa Mandailing dan bahasa Belanda. Dari kemampuan berbahasa ini, murid-muridnya memiliki cakrawala yang luas. Mereka kemudian bukan saja menterjemahkan dan menyadur, tetapi juga mengarang sendiri. Kemampuan mengarang dan menterjemahkan murid-muridnya, dibinanya antara lain dengan memberikan tugas-tugas sekolah untuk menterjemahkan karya-karya yang mereka senangi, yang kamudian dibicarakan bersama sebelum siap untuk diterbitkan. Karya-karya mereka ini tidak terbatas pada bahasa dan sastra, tetapi juga dihasilkan buku pelajaran berhitung yang kemudian dipakai di sekolah rendah pada ketika itu.
Willem Iskander bukan secara kebetulan menjadi pengarang, akan tetapi ia adalah hasil tempaan dari pendidikan formil dan informil, serta pengalaman yang luas dan bacaan yang luas pula. Intelektualitasnya yang tinggi, kepekaannya terhadap segala sesuatu yang bergerak di alam ini, dan kehausannya terhadap ilmu menyebabkan ia tumbuh dan berkembang. Ia hidup dalam dua dunai. Dunia sekitarnya yang masih terbelakang dan dunia intelektuil yang amat maju di depan. Ia sungguh terlempar ke masa depan yang amat jauh. Dalam situasi seperti ini ia tidak frustrasi, tetapi justru ia merasa bersyukur berada dalam lingkungan masyarakat yang terbelakang itu untuk kemudian dibangkitkannya dengan tekun. Ia bekerja melalui sekolah dan karangan-karangannya. Sebelum ia mengarang tentu saja ia telah terlebih dahulu membekali dirinya dengan pengetahuan yang antara lain diperolehnya melalui bacaan. Dalam ini karya-karya Abdullah merupakan bacaannya yang utama, ini dapat difahami, karena sebagian besar karya-karya Abdullah telah terbit sebelum Willem Iskander lahir dan beberapa ketika ia kanak-kanak. Kepergiannya ke negeri Belanja untuk belajar, 1857-1861, memberi peluang yang amat luas baginya untuk membaca sebanyak-banyaknya karja-karja Abdullah yang tersedia disana. Telah diketahui bahwa peranan Abdullah dalam sejarah kesusastraan Melayu/Indonesia amat besar berupa kepeloporannya dalam melepaskan diri dari tradisi kesusastraan lama yang masih hidup di sekitar istana. Sekalipun Abdullah belum dapat lepas sama sekali dari tradisi itu, ia ternyata telah meninggalkan kehidupan istana. Isi karya-karya Abdullah telah membicarakan hal-hal yang hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, ia menentang setiap kezaliman dan sekaligus memperhatikan pendidikan pribumi. Abdullah yang berdarah Arab-Keling ini, dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang terpelajar. Masa mudanya digunakan untuk belajar bahasa Arab, Tamil, Inggeris dan Melayu serta agama Islam. Kemudian ia bekerja di suatu percetakan di Malaka. Karier selanjutnya antara lain sebagai juru bahasa di kantor Raffles. Pergaulannya yang luas dengan orang-orang barat menempanya menjadi seorang yang berfikir rasionil lepas dari ketahyulan. Kepribadian Abdullah seluruhnya tergambar dalam karangan-karangannya yang amat mengesankan. Kehadiran pengaruh Abdullah dalam karangan-karangan Willem Iskander dapat dirasakan dalam karangan-karangan Willem Iskander yang bertema pendidikan, ketuhanan dan kritik sosial, dan terasa adanya warna kepribumian yang memperjuangkan bangsa sendiri.
Kisah perjalanan Willem Iskander dari Batavia, ketika ia pulang tahun 1861, menuju Padang Natal, Muara Soma, dan akhirnya di Pidoli Lombang, mengingatkan penulis pada gaya Abdullah mengisahkan perjalanannya. Ia menyebut orang-orang yang ditemuinya di Batavia, dan tempat-tempat yang dikunjunginya, ia juga bicara tentang kapal perahu dan kuda yang ditumpang dan ditungganginya. Suasana disekitarnya digambarkan dengan sederhana dan sentimentil. Berbicara tentang warna karya Willem Iskander, tidak bisa lepas dari pembicaraan tentang karya Multatuli yang terkenal Max Havelaar. Kita juga dapat melihat kehadiran Multatuli di dalam karya-karya Willem Iskander terutama dalam hal ketajaman kritik sosial dan kekocakannnya. Kekocakan adalah tempatnya melindungi kritik yang satiris, ia dapat bermakna macam-macam. Bait ke 12 sajak Mandailingnya yang berbunyi:
aslinya:
Adong alak ruar
Na mian di Panyabungan
Tibu ia aruar
Baon ia madung busungan
terjemahannya:
Ada orang luar
Yang berdiam di Panyabungan
Cepat ia ke luar
Sebab ia sudah buncit
dapat diintepretasikan sebagai berikut:
Interpretasi yang paling dominan diberikan oleh masyarakat Tapanuli Selatan sebagai berikut: Penjajah Belanda yang berdiam di Panyabungan, segera meninggalkan daerah ini setelah ia berhasil mengeruk kekayaan pribumi.
Bait yang sama diinterpretasikan pula, bahwa kepergian orang asing/luar yang berdiam di Panyabungan itu disebabkan oleh penyakit malaria yang membuat perutnya buncit (aloton dalam bahasa Mandailing). Interpretasi ini masuk akal pula, karena cuaca Panyabungan yang lembab dan tidak sehat itu telah pula lama diketahui oleh orang Belanda dan banyak muncul dalam laporan-laporan resmi atau laporan perjalanan pada awal abad yang lalu. Ketidaksehatan udara Panyabungan ini pula yang menyebabkan pejabat-pejabat Belanda berdiam di Tano Bato di suatu pasanggarahan, sekalipun mereka berkantor di Panyabungan sebagai pusat pemerintahan.
Adapun interpretasinya, sajak ini mengandung kritik juga sekaligus menantang suatu usaha besar untuk meniadakan malaria di kawasan itu, misalnya dengan jalan melebarkan muara Batanggadis dan Batang Angkola yang bertemu pada suatu muara yang sempit di timur Singkuang. Kita lihat betapa besarnya tantangan ini dan betapa tidak usangnya tantangan ini, karena sampai kini kita belum berhasil menjawabnya. Disinilah antara lain kebesaran Willem Iskander, yaitu kemampuan dan kesediaannya untuk bertanya, dan sekaligus kekerdilan kita yang belum mampu menjawabnya. Gaya ini juga dimiliki oleh Multatuli yang sampai sekarang belum terjawab, sekalipun ia kemukakan satu abad yang lalu.
Tokoh Multatuli pasti salah satu diantara sekian orang yang paling dikagumi oleh Willem Iskander. Kita mulai melihat hubungan itu dari kehadiran Multatuli di Natal sebagai kontroler 1842-1843.
Di daerah ini pada ketika itu hidup suasana kehidupan yang penuh dengan intrik antar kepala-kepala bumiputra, dimana Douwes Dekker, alias Multatuli, terpaksa terlibat didalamnya. Disini ia amat menderita, yang ditambah lagi dengan pemanggilannya ke Padang dimana ia diterlantarkan. Sang Yang di Pertuan Huta Siantar di Mandailing merupakan tokoh yang tidak asing baginya. Tokoh yang terakhir ini adalah keluarga dekat Willem Iskander sendiri, yang mau tidak mau juga pernah bercerita kepada Willem Iskander tentang tokoh Douwes Dekker. Douwes Dekker mulai bekerja di Natal untuk menggantikan seorang kontroler yang masa dinasnya telah selesai. Ayah mertua dari sang kontroler yang habis tugas itu adalah bekas Asisten Residen Mandailing Angkota yang dipecat oleh Gubernur Pantai Barat Sumatra, Jenderal Mitchiels. Pemecatan sang Asisten Residen adalah akibat oleh Sang Yang Dipertuan Huta Siantar yang mendesak gubernur untuk menyingkirkan orang-orang Belanda dan pengikut-pengikutnya di Natal. Perihal ini dikisahkan oleh Multatuli dan Max Havelaar bab XIV.
Tokoh Douwes Dekker yang kita yakin sudah didengar oleh Willem Iskander dari Sang Yang Dipertuan Huta Siantar, kembali menjadi perhatiannya ketika Max Havelaar diterbitkan untuk pertama kali pada tahun 1860 di negeri Belanda. Ketika itu Willem Iskander sudah berada 3 tahun di negeri Belanda, dan secara kebetulan buku yang amat menggemparkan kalangan pemerintah dan parlemen Belanda itu, diperdebatkan dalam sidang yang sama di Tweede Kamer pada tahun 1860 dengan Willem Iskander. Pembicaraan tentang Max Havelaar dan Willem Iskander adalah masalah pembiayaan atau tujuan pendidikannya. Tetapi sukar untuk disangkal dari perhatian Willem Iskander, karena selain karya ini banyak bicara tentang dua tokoh famili dekatnya yaitu Sang Yang Dipertuan Huta Siantar dan Patuan Natal, buku ini juga benar-benar menggemparkan seluruh negeri.
Masih dalam tahun 1860 terbit pula karya Multatuli di Arnhem, dimana Willem Iskander juga pernah belajar, yang berisi a.l. surat-surat dengan judu "Indrukken van den dag". Disini Douwes Dekker alias Multatuli juga bicara tentang Sang Yang Dipertuan Huta Siantar, seorang tokoh yang rupanya tak terlupakannya. Kita yakin bukan dua buku ini saja karya-karya Multatuli yang dibaca oelh tokoh kita Willem Iskander, tetapi juga yang lain yang terbit sebelum 1872.
Apabila Abdullah mempengaruhi Willem Iskander untuk melepaskan diri dari isi karangan yang berkisar kehidupan istana, maka ia mendapat pengaruh isi, semangat dan bentuk dari Multatuli. Ia tidak mengikut Abdullah dalam hal bentuk, karena dalam menulis Abdullah masih menggunakan bentuk syair. Untuk memahami Willem Iskander melalui karya-karyanya, diperlukan suatu studi yang mendalam tentang sejarah, kebudayaan, politik pada abad ke 19, tetapi juga tidak dapat diungkiri keharusan mempelajari karya-karya Abdullah dan Multatuli. Pertemuan Willem Iskander dengan Abdullah dan Multatuli telah banyak mewarnai karya-karya Willem Iskander. Dengan kemampuannya, menyebabkan lahirnya Willem Iskander sebagai Willem Iskander, bukan Willem Iskander ala Abdullah atau Multatuli. Bahkan tidak berkelebihan apabila tempat Abdullah sebagai pelopor kesusastraan Melayu/Indonesia modern ditempati oleh Willem Iskander. Willem Iskander adalah pribumi yang menulis di baris depan yang menulis puisi-puisi modern dalam salah satu bahasa Nusantara.
Jakarta, 8 Mei 1977.
dipetik dari Waspada, Rabu, 18 Mei 1977/Jumadil Awal 1397H

Sumber : Mandailing